Kamis, 09 Agustus 2012

Mahasiswa di Marjinalkan


MAHASISWA

Sumpah Mahasiswa Indonesia

Kami Mahasiswa Indonesia mengaku,
Bertanah air satu,tanah air tanpa penindasan
Kami Mahasiswa Indonesia mengaku,
Berbangsa satu bangsa yang gandrung akan keadilan
Kami Mahasiswa Indonesia mengaku,
Berbahasa satu bahasa kebenaran


            Suatu kebanggaan tersendiri bisa jadi Mahasiswa di tengah-tengah perekonomian kita yang sedang memburuk, di tengah-tengah biaya pendidikan yang cukup mahal. Dari 243 juta rakyat Indonesia hanya 1,8 juta yang dapat mengecap pendidikan tinggi, dan ini menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi masih jauh dari jangkauan masyarakat Indonesia khususnya golongan ekonomi menengah kebawah.

Apa itu Mahasiswa
Secara harfiah Mahasiswa berasal dari dua kata yaitu MAHA (segala-galanya) dan SISWA (peserta didik). Artinya bahwa Mahasiswa adalah seseorang yang telah melewati pendidikan formal tersebut,menandakan bahwasanya pengetahuan, pola pikir yang lebih dewasa, punya wawasannya lebih luas bila di bandingkan siswa-siswa SD,SMP dan SMU, itulah secara sederhana yang dikatakan MAHASISWA.

Paradigma Sosial Mahasiswa
Paradigma sosial merupakan suatu acuan berpikir yang diikuti dengan kerja-kerja dalam memahami realita yang ada di masyarakat. Dalam tatanan negara yang sumber daya alamnya dikuasai oleh segelintir individu (baca:kapitalistik), maka masyarakat akan terbagi dalam dua kelas pokok yang akan selalu berkontradiksi atau bertentangan kepentingannya yaitu kelas pemilik modal dan kelas proletar (pekerja); kelas pemilik memiliki kepentingan selalu mengakumulasi modalnya untuk keuntungan yang berlipat dan senantiasa menekan upah buruh seminimal mungkin. dan yang kita pertanyakan, dimanakah posisi mahasiswa ???, mahasiswa merupakan kelas perantara diantara kelas pokok tersebut, kebanyakan mahasiswa dapat digolongkan dalam kelas borjuis kecil, mayoritas mahasiswa tidak perlu bersusah payah dalam mengahasilkan barang dan jasa yang menjadi kebutuhannya (praktek produksi), dan ini menghasilkan paradigma sosial mahasiswa, mahasiswa cenderung manja, pragmatis, tidak menghargai proses yang merupakan karakter para pemilik modal tetapi dengan modal intelektualitas lewat pengetahuan akademis mahasiswa dapat melihat realitas dengan jelas dan sering menjadi harapan rakyat sebagai perubah kondisi kearah yang lebih baik.


Tipologi Mahasiswa
Orientasi mahasiswa untuk kuliah pada umumnya adalah untuk dapat memperoleh pekerjaan dengan posisi yang cukup “baik”, walaupun ada yang mempunyai tujuan-tujuan “ideal” lainnya, orientasi ini kemudian saling pengaruh-mempengaruhi kondisi objektif yang mereka alami dikampus (kondisi birokrasi, kelembagaan dan hubungan sosial) proses dialektika tersebut kemudian secara umum melahirkan  tipologi sbb:
  1. Mahasiswa Profesional
Mahasiswa tipe ini adalah mahasiswa yang aktifitasnya sebagian besar dipusatkan untuk dapat memperoleh nilai yang baik, kerjanya belajar dan belajar, dan cenderung apatis terhadap masalah-masalah disekelilngnya.
  1. Mahasiswa Pragmatis
Mereka adalah mahasiswa-mahasiswa yang mengandalkan kecakapan mereka dalam berinteraksi untuk dapat menonjol diantara kawan-kawannya, kecenderungan mereka adalah mencari muka didepan birokrat-birokrat kampus.
  1. Mahasiswa Trend Setter ( Hedonis )
Mahasiswa tipe ini adalah orang-orang yang mengalami disorientasi dalam proses belajar-mengajar dalam perkuliahan, kerja mereka kebanyakan hanya diisi dengan kegiatan foya-foya dan berdandan habis-habisan.
  1. Mahasiswa Kritis
Mahasiswa jenis ini adalah mahasiswa yang mempunyai kecenderungan berfikir kritis, ia menjadi seorang yang mau memecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh komunitasnya, mempunyai pandangan dan analisa yang mendalam persoalan-persoalan yang dihadapi baik di dunia kampus maupun di luar kampusnya.

Peran dan posisi Mahasiswa
Mahasiswa dalam kesehariannya sering kali di pandang sebagai agen perubah dan agen pengontrol atau yang lajim di sebut sebagai agent of change dan agent of control. Jika kita mengkaji lebih jauh dan lebih dalam lagi tentang peran dan posisi Mahasiswa ada banyak pertanyaan yang muncul;apa sih sumbangsih Mahasiswa sehingga layak di sebut agent of change dan agent of control ??? perubahan macam apa yang telah di berikan  oleh mahasisiwa untuk rakyat ??? mampukah Mahasiswa melakukan perubahan ?? fungsi control apa yangdi mainkan oleh Mahasiswa ???serta banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang mncul dan yang layak untuk kita diskusikan guna merekontruksi ulang peran dan posisi Mahasiswa.
            Peran Mahasiswa adalah pendorong perubahan dan melakukan transformasi atau penyadaran terhadap massa rakyat secara luas.pendorong perubahan maksudnya mahasiswa bukan elemen pokok dalm perubahan karena massa rakyatlah yang melakukan perubahan itu . tapi adalah salah satu pendukung dan dinamisator dalam perubahan. Melakukan transformasi lewat organisasi maksudnya karena Mahasiswa adalah kaum intelektual yang berfikir kritis ,objektif ,progresif (berpikir dan bertindak maju )

“ Tugas kita sebagai kaum intelektual muda adalah belajar, berorganisasi dan berjuang untuk perubahan 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar