19:48 Kamis, 16/06/2011
PERJUANGAN TIADA AKHIR.
Setelah ku pahami hidup ini bukan hanya tuk memenuhi keinginan egoisku, hidup yang ideal yang seperti diidam-idamkan banyak orang.Berpendidikan yang tinggi, kemudian mendapat pekerjaan yang mapan, dan berkeluarga dengan bahagia.Namun bagiku walaupun semua itu ku dapatkan, tidak ada satu kebanggaan dalam hatiku.Sebab aku hidup bukan hanya bersama teman sekolah, teman sepekerjaan dan keluarga.Aku hidup bersama saudara-saudaraku yang hidupnya tidak pernah mendapatkan keadilan.Hidup mereka tertindas sistem yg diagung-agungkan kaum berpunya.Aku juga bukan manusia yang buta dan tuli akan penderitaan dsekelilingku.
Aku tak ingin seperti mereka yg jijik melihat orang yang tertindas itu.Sebab itu Aku lebih memilih jauh dari kemapanan dari pada hidup bagaikan boneka.Aku punya pikiran dan hati, yg sudah semesti nya bebas merdeka dalam menentukan sikap.Aku lebih memilih berjuang melawan sistem dari pada tidur dan bersantai-santai dperbudak sistem.Aku sadar kekuatanku seorang takkan mampu mengenyahkan sistem ini.Sistem yang memperbudak umat manusia.Sistem yang tak lagi mengedepankan esensi daripada eksistensi.Sistem yang mendahulukan keinginan daripada kebutuhan.Melawan sistem yang menindas kaum pekerja ini membutuhkan lebih dari sekedar keringat, dia meminta airmata dan meminta Darah.Perjuanganku pasti membutuhkan peran dari saudara-saudaraku yang tertindas tetapi saat ini tidak menyadari ketertindasannya.
Mungkin dari sinilah perjuanganku dibutuhkan.Perjuangan penyadaran kaum tertindas.Pernah ku merenung sampai dimanakah klimaks perjuangan ini ?Apakah perjuangan ku ini memiliki arti ?Hanya kalianlah yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaanku ini kawan.Kawan yang telah menyadarkan aku. Untuk terpengaruh pada realita Bangsa yang malang ini.Hanya dengan bersatu, bergandengan dan berjabat tangan dengan kalianlah ku mempunyai semangat tuk berjuang dan terus bergerak untuk menghancurkan sistem biadab itu.Dalam gerak perjuanganku yang masih rentan tentu aku memerlukan kalian untuk tetap menjaga api perjuanganku.Kawanku setelah kau sadarkan mata dan telingaku untuk berjuang.Bentuklah ideologi pembebasan di hatiku.Bentuklah perjuanganku dengan kontradiksi sehingga aku taklagi merasa perjuangan ini hanya sebuah utopia belaka.
Untuk teman-teman ku di desa.Janganlah heran melihat perubahan pada diriku.Aku sudah terpengaruh pada realita disekitar kita.Realita yg tidak terdapat keadilan didalamnya.Jangan heran ketika aku selalu bertanya dan bertanya akan keadaan negeri ini.Negeri ini sedang tidak baik-baik saja teman.Terlalu banyak kebobrokan didalamnya.Teman negeri yg selama ini engkau pikir menjagamu ternyata sedang menjerat lehermu.Aku ingin mengutarakan pada kalian bahwa kedamaian yang kita jalani ini adalah suatu kedamaian "PALSU" dan semu, yang untuk menjaganya dtanam kemunafikan dan kebohongan dpinggirnya.Mungkin sekarang kalian merasa aku aneh.Merasa bahwa aku seorang pembangkang.Namun dalam hal ini aku ingin mengatakan aku bukan membangkang pada Negara Republik Indonesia ini.Namun pada sistem yang memperbudak oknum-oknum d atas sana hingga merubah orientasi dari cita-cita bapak bangsa ini.Mereka mengingikan keadilan di tengah masyarakatnya.
Kalau kalian ingat apa arti nama Sikudung Mencari Kerang.Yang dahulu mencari jati diri.Kini ia telah menemukannya.Dan kini ia telah bangga dan dengan kepala tegak menjalaninya.Teman hidupku kan ku abdikan tuk perjuangan ini.Aku sadar bahwa perjuanganku ini hanya sebuah cicilan untuk satu perubahan menuju masyarakat yang mandiri secara ekonomi, adil secara sosial , politik yang jujur.Sehingga tidak adalagi kelas didalam masyarakat.Dan yang paling utama sejahteralah Rakyatnya.
Salam Pembebasan Nasional
Tidak ada komentar:
Posting Komentar